Aug
23
2010
Yogyakarta, 23 Agustus 2010.
Aku telah memutuskan menjatuhkan hati padanya. Sejak hari itu. Memulai menjalani hidup bersama seorang laki-laki.
Hal yang sangat kutakuti sebenarnya : kembali berkomitmen setelah sekian kali hidupku berantakan atas nama komitmen.
Tapi kini aku tak ingin banyak berpikir rumit.
Aku mencintainya. Dan senang bersamanya. 
Aug
20
2010
Baru sekitar pukul 3 aku tertidur.
Dan kembali terbangun pukul 5 pagi.
Ukuran tidur yang tidak lazim bagiku.
Entah, kepala ini terasa begitu berat.
Dan dada terasa begitu sesak.
Ingin rasanya berteriak.
Sekencang-kencangnya.
Atas beban.
Yang tak mampu kuterjemahkan dalam kata..
Tuhan, aku tak ingin mengeluh.
Aku hanya merasa begitu lelah..
May
31
2010
Hari ini hari Senin. Bukan senin yang seperti kemarin-kemarin. Apa yang membuat senin ini begitu spesial? Salah satunya adalah aku mulai bisa terbiasa tidur pagi dan bangun pagi, dengan wajah sumringah. Aih..Bukan itu. Bagian itu masuk ke dalam sesi curcol di notepad komputer saja. Bukan disini. Hahahah. Hmm,,sebenarnya lebih tepatnya bukan hari spesial, akan tetapi hari yang cukup membuat isi kepala ini sibuk dan ingin memuntahkan tentang hari ini di sini. Berawal dari berita tengah malam tentang bentrok di cengkareng, mimpi absurd berupa adegan tembak-tembakan berdarah, anjuran menteri kesehatan yang cukup aneh di hari anti tembakau, percobaan membuat optical illusion yang gagal, proyek pribadi dengan mixer brush yang tak kunjung usai,duabelas ribu keluar setelah lama tak meminjam di wahana moses, dikejutkannya kita semua di siang hari yang cukup terik dengan berita penembakan kapal relawan oleh Israel (aku tidak ingin bersumpah serapah tentang Israel disini, karena pasti sudah sangat banyak yang melakukannya, semacam Israel Anj*ing!) dan hari ini adalah tentang pertemuan kembali dengan anak-anak tak berdosa korban dua sejoli tak bertanggung jawab..rasa rindu yang teramat sangat meluap pada Nova, yang ternyata selama 3 minggu ini tidak bersua ia terkena cacar air..Dan yang seharian ini berkelibat di kepala menyadari bahwa hari ini adalah hari sebelum awal bulan juni besok, pengumuman hasil TPA dan toefl untuk beasiswa.
Sungguh. Rasanya begitu campur aduk. Mengapa sering sekali aku terjebak pada perasaan senang dan tidak senang dalam waktu yang bersamaan? Di sisi lain, kehidupan pribadi saat ini sedang bahagia-bahagianya (walau tidak jelas juga ), di sisi lain warna kelabu menyelimuti memikirkan kejadian-kejadian di luar sana, dan juga pemikiran tentang masa depan yang tak jua ada titik terang..
Gelisah. Galau. Gundah. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan hari ini.
May
24
2010
“Kamu tidak melakukan apa-apa seharian?”
DEG.
lagi-lagi. aku terjebak dalam pertanyaan-pertanyaannya.
entah mengapa, kata katanya selalu tepat sasaran.. MENOHOK.
Bagaimana bisa aku melakukan apa-apa,
kalau di kepalaku hanya ada kamu, dan kamu?
Bagaimana bisa aku melakukan apa-apa,
kalau di kepalaku aku hanya ingin menghabiskan waktu berbicara dengan kamu?
Ingin rasanya menuliskannya..
“Kamu sibuk tidak sekarang? SERIUS”
Hingga pada akhirnya aku menyerah dan menjawabnya. Terperangkap dalam jebakannya. Jebakan manusia menyebalkan..
“Jadi kamu ingin kemana?”
Aku ingin menemani kamu yang pemalas untuk mengurus kartu. makan siang entah kemana. potong rambut entah kemana. hmm,apa lagi ya. dan sesudahnya temani aku makan es krim.. *SUMPAH AKU MENYESAL TELAH MENULIS INI*
…..namun sesudahnya aku hanya bisa tersenyum. menunggu jejak jejak roda si birunya di depan rumahku 
May
20
2010
Otak kiri mengepul di pagi hari yang mendung setelah semalaman kembali bergumul dengan angka-angka. Bagaimana bisa lupa bahwa enam belas pangkat setengah itu sama saja dengan akar enam belas. Dan yang masih menyisakan tanya mengapa 2 akar dua puluh adalah akar empat puluh. Dam*n I hate math. Entah mengapa otak kiri ini sepertinya sudah lumpuh sedari sma dulu. Empat kali nilai matematika kebakaran di rapor sudah cukup menjadi pertanda kelumpuhan otak kiri. Hahaha. Atau ketika ujian masuk universitas, aku hanya menjawab kurang dari 5 soal dari keseluruhan soal matematika. Hanya keringat dingin dan berulang kali men skip soal demi soal. Terima kasih Tuhan, Kau ciptakan pula soal bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris untuk soal kemampuan dasar ujian masuk itu.
Sebenarnya tak perlu menghapal rumus rumus matematika untuk mampu mengerjakan soal TPA. Hanya butuh pemanasan bagi orang sepertiku yang terlahir dengan kemampuan otak kiri dan kanan yang sangat tidak seimbang. Berat di kanan. TPA? makanan apa itu. Makanan yang akan kumakan besok pagi. Makanan tidak enak yang harus habis dalam waktu 2 jam. Yang kuingat, aku dulu pernah mencicipnya ketika mengikuti sebuah tes di sebuah lembaga non departemen milik negara, tak perlu kusebut, malas menyebutnya. Dan ajaibnya aku lolos dengan nilai gemilang, tertolong oleh soal soal logika gambar dan verbal. Selalu. Dan sisa waktu beberapa menit terpakai untuk tebak tebak berhadiah pada soal kuantitatif. Beruntung. Hahahah. Aku jadi berpikir ulang, yakin kah aku akan kembali melanjutkan S2? Argh. Bingung.
Semoga Allah lekas menjawab pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup ini.. Seorang kakak angkatan beberapa waktu menjawab pertanyaan anehku ketika kami membahas perihal mimpi dengan sangat memuaskan menurutku, kira-kira begini pertanyaanku. “Mbak, kalo hidup tapi bingung memimpikan apa gimana donk?”. “Just take your time. Nikmati setiap momen pencarian mimpimu, suatu ketika kamu akan menemukannya dan sadar momen-momen itu begitu indah”
Dan aku pun mengangguk setuju..
..di tengah kebingungan yang melanda.
Yang kutahu, apapun itu aku hanya mencoba melakukan yang terbaik.
Allah Maha Tahu yang terbaik bagi umatnya.
May
13
2010
Jogja seusai hujan sore ini. Masih menyisakan langit yang abu-abu. Pada hari keempat semenjak hari lalu. Otak ini masih saja berputar-putar pada pertemuan dengan manusia itu. Manusia bernama aneh yang ternyata lebih aneh daripada namanya. Lucu, namun begitu menyebalkan. Yang tiba-tiba saja mengkontaminasi kehidupanku beberapa hari ini.
K - A - C - A - U
Siapa dia? Siapa saya? Kami seperti dua manusia yang telah lama bertemu. Atau jangan jangan kami adalah kembar yang terpisah. Sungguh. Gojekan yang wagu. Sewagu bagaimana dia melontarkan pernyataan “o” setelah deretan kalimat-kalimat yang kulontarkan. Jawaban paling tidak kreatif yang pernah kutemui. Manusia tanpa ide. Manusia “o”. Manusia penuh jebakan. Atau ketika begitu menohoknya kata-kata “plin plan” dan “mbingungi” yang ditujukannya padaku. Siapa dia?
Ahh, tiba-tiba aku menginginkan secangkir cokelat hangat.
….yang aku tak tahu hingga kapan kenikmatan cokelat hangat itu akan usai. kuharap akan selalu hangat.
Nov
13
2009
rumit,
adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan keseluruhan hari ini.
rumit,rumit,dan rumit.
….hey,kamu,makhluk yang berlari-lari di kepalaku.
kenapa tak sejenak berhenti?
aku hanya ingin berkata,
r u m i t.
Oct
16
2009
semua mengalir begitu saja.semua yang kubenci, semua keinginan kedua orang tua yang dulu kutolak mentah-mentah,kini datang dalam waktu yang beruntun.dan mendadak menjadi sesuatu yang ingin kuraih.semua menjadi terlihat sangat menarik.
untuk sebuah jawaban.
I’ll do anything.
Sep
11
2009
Pagi yang sangat segar. Baru ini dalam beberapa minggu ini aku bangun dari tidur dengan perasaan yang sangat cerah. Seperti cuaca saja.Hahaha. Yang jelas semalam aku tidur dalam keadaan yang sangat tidak enak. Sakit kepala hebat. Terima kasih pada para pencipta Paramex. Sebenarnya aku mulai membiasakan diri untuk tidak mengkonsumsi obat setiap sakit kepala. Karena sakit kepalaku terlalu sering dan kupikir akan tidak baik terlalu sering tergantung pada obat-obatan itu. Minggu kemarin aku coba untuk terapi pijat. Ah. Tapi kalau sudah tak tertahankan sakitnya, obat pereda nyeri masih menjadi juaranya.
Aku masih ingat mimpi semalam, Oh, aku tahu kenapa perasaanku sangat cerah bangun tidur tadi. Bisa jadi gara-gara masih terbawa efek baik dari mimpi. Kata orang, mimpi adalah bunga tidur. Tapi buat aku, mimpi semalam adalah bunga obat.Wakakakak.. Gak ada hubungannya. Mau tahu mimpiku semalam? Ya, lucu banget sih. Aku gak tahu kenapa juga aku bisa mimpi seperti itu. Jadi begini ceritanya. Alkisah di suatu hutan, ada rumah pemberontak. Sebuah stasiun Tv meliput suasana daerah itu lewat kejauhan dan aku mengikuti mereka. Kami bersembunyi di balik pohon dan semak-semak yang tinggi. Entah mengapa aku masih ebrdiam di situ, sementara kru televisi sudah pergi. Lalu terdengar kabar polisi akan menggunakan helikopter mencari pemberontak yang dikabarkan bersembunyi di hutan. Wah. Saat itu aku hanya bisa diam, seperti mati langkah. Aku hanya orang biasa. Tapi bisa saja kan, aku disangka pemberontak karena bersembunyi di hutan sasaran polisi.Lucunya, selama duduk diam itu aku belajar dan membawa banyak kertas-kertas catatan.Hahaha..
Dan bagian ini yang paling kusuka. Aku lihat helikopter berseliweran di atas. Saat itu aku lihat seorang pengintai dari atas heli melihatku dan tiba-tiba mereka menurunkan heli tak juh dai tempatku bersembunyi. Voila! Clink! Clink! Tebak siapa yang datang? Hmm..yang pasti tidak akan kusebut di sini namanya. “Dia” menyelamatkan hidupku. *Ngok*
Dan mari tersenyum bahagia pagi ini…
saatnya onlen onlen..melanjutkan bermain Mafia Wars.Hahaha..*memang gak ada kapoknya, udah tahu kemarin sakit kepala gara-gara kelamaan maen itu ;p*